HI-12 Pengembangan Sumber Daya Manusia
A. Pengertian
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan sumber
daya manusia adalah suatu upaya untuk mengembangkan kualitas atau kemampuan
sumber daya manusia melalui proses perencanaan pendidikan, pelatihan dan
pengelolaan tenaga atau pegawai untuk mencapai suatu hasil optimal.1
Armstrong (1997:507) menyatakan: “Pengembangan sumber daya
manusia berkaitan dengan tersedianya kesempatan dan pengembangan belajar,
membuat program-program training yang meliputi perencanaan, penyelenggaraan,
dan evaluasi atas program-program tersebut”.2
McLagan dan Suhadolnik (Wilson, 1999:10) mengatakan: Pengembangan
sumber daya manusia adalah pemanfaatan pelatihan dan pengembangan, pengembangan
karir, dan pengembangan organisasi, yang terintegrasi antara satu dengan yang
lain, untuk meningkatkan efektivitas individual dan organisasi. 2
Mondy and Noe (1990:270) mengatakan: Pengembangan sumber
daya manusia adalah suatu usaha yang terencana dan berkelanjutan yang dilakukan
oleh organisasi dalam meningkatkan kompetensi pegawai dan kinerja organisasi
melalui program-program pelatihan, pendidikan, dan pengembangan. 2
Harris and DeSimone (1999:2) mengatakan: Pengembangan sumber
daya manusia dapat didefinisikan sebagai seperangkat aktivitas yang sistematis
dan terencana yang dirancang oleh organisasi dalam memfasilitasi para
pegawainya dengan kecakapan yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan,
baik pada saat ini maupun masa yang akan datang. 2
Stewart dan McGoldrick (1996:1) mengatakan: Pengembangan sumber
daya manusia meliputi berbagai kegiatan dan proses yang diarahkan pada
terjadinya dampak pembelajaran, baik bagi organisasi maupun bagi individu.
2
Kesimpulan penulis: Pengembangan
sumber daya manusia adalah suatu kegiatan yang terencana dan terintegrasi
antara satu dengan yang lain, yang diadakan oleh suatu organisasi dalam hal
pelatihan dan pengembangan pegawai untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
B. Tujuan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Tujuan
pengembangan smber daya manusia mempunyai dua dimensi yaitu dimensi individual
dan dimensi institusional atau organisasional. Tujuan yang berdimensi
individual mengacu kepada sesuatu yang dicapai oleh seorang pegawai. Tujuan
berdimensi institusional mengacu kepada apa yang dapat dicapai oleh institusi
atau organisasi sebagai hasil dari program-program pengembangan sumber daya
manusia.3
Secara umum tujuan pengembangan
sumber daya manusia adalah untuk memastikan bahwa organisasi mempunyai
orang-orang yang berkualitas untuk mencapai tujuan organisasi untuk
meningkatkan kinerja dan pertumbuhan (Armstrong, 1997:507). 2
Tujuan tersebut di atas dapat dicapai dengan memastikan
bahwa setiap orang dalam organisasi mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam
mencapai tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan mereka
secara efektif. Selain itu perlu pula diperhatikan bahwa dalam upaya
pengembangan sumber daya manusia ini, kinerja individual dan kelompok adalah
subjek untuk peningkatan yang berkelanjutan dan bahwa orang-orang dalam
organisasi dikembangkan dalam cara yang sesuai untuk memaksimalkan potensi
serta promosi mereka.
Beberapa
tujuan pengembangan sumber daya manusiaadalah sebagai berikut: 2
1.
Meningkatkan
produktivitas kerja.
2.
Mencapai
efisiensi.
3.
Meminimalisir
kerusakan.
4.
Mengurangi
kecelakaan.
5.
Meningkatkan
pelayanan.
6.
Memelihara
moral pegawai.
7.
Meningkatan
peluang karier.
8.
Meningkatkan
kemampuan konseptual.
9.
Meningkatkan
kepemimpinan.
10.
Peningkatan
balas jasa.
11.
Peningkatan
pelayanan kepada konsumen.
Dengan meningkatnya kemampuan pegawai, baik konseptual,
maupun teknikal, maka upaya pemberian pelayanan kepada konsumen pun akan
berjalan lebih baik pula.
C. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
Menurut
Sastradipoera, pengembangan sumber daya manusia mencakup baik pendidikan yang
meningkatkan pengetahuan umum dan pemahaman lingkungan keseluruhan maupun
pelatihan yang menambah keterampilan dalam melaksanakan tugas yang spesifik.
Pendidikan (education) sumber daya
manusia merupakan proses pengembangan jangka panjang yang mencakup pengajaran
dan praktek sistematik yang menekankan pada konsep-konsep teoritis dan abstrak.
Sedangkan pelatihan (training) adalah
salah satu jenis proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan
di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan
dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori.4
Menurut
Suprihanto mengemukakan pendidikan adalah suatu kegiatan untuk memperbaiki
kemampuan karyawan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pengertian tentang
pengetahuan umum dan pengetahuan ekonomi pada umumnya, termasuk peningkatan
penguasaan teori pengambilan keputusan dalam menghadapi persoalan-persoalan
organisasi. Sedangkan pelatihan dalah kegiatan untuk memperbaiki kemampuan
karyawan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan operasional
dalam menjalankan suatu pekerjaan. 5
Pedidikan
dan pelatihan adalah upaya mengembangkan sumber daya manusia terutama untuk
mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian manusia. Pendidikan dan
pelatihan adalah proses belajar dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya
manusia dalam melaksanakan tugasnya. Pelatihan yang dimaksud adalah upaya untuk
mentransfer keterampilan dan pengetahuan kepada para peserta peatihan pada saat
melaksanakan pekerjaan.6
Pengetahuan dan
keterampilan yang dikembangkan haruslah yang spesifik dan latihan harus
diarahkan pada perubahan perilaku yang telah diidentifikasikan. Pelatihan juga
harus mempelajari keterampilan atau teknik khusus yang dapa diobservasi pada
tempat tugasnya.
Daftar
Pustaka
[1] Prof.Dr. Soekidjo Notoadmodjo, 2003, Pengembangan sumber Daya Manusia, Rineka
Cipta, Jakarta.
[2] Http://www.stialanbandung.ac.id
[3] LAN dan DEPDAGRI, 2007, Modul 2 Pengembangan Sumber Daya Manusia Pegawai Negeri Sipil,
Diklat Teknis Manajemen Sumber Daya Manusia,. Jakarta.
[4] Komaruddin Sastradipoera, 2002, Manajemen Sumber Daya Manusia: suatu
pendekatan fungsi operatif. Bandung, Kappa-Sigma.
[5] John Suprihanto, 2001, Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karyawan, BPFE, Yogyakarta.
[6] Sahat Siregar, 2009. Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai (studi
kasus pada dinas perhubungan kota medan). Medan.
Hatur nuhun kang
BalasHapusIzin ngutip artikel Definisi Pengembangan Sumber daya Manusia
BalasHapusKeren
BalasHapus