MENGENAL KEWIRAUSAHAAN
A. Definisi
Menurut Acmad Sanusi (1994), kewirausahaan adalah suatu nilai yang
diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak,
tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis. Menurut Soeharto Prawiro (1997), kewirausahaan adalah suatu nilai yang
diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan
usaha (venture growth). Menurut Saidi dan Hartati (2008), kewirusahaan
merupakan proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan
upaya penelitian, menanggung resiko keuangan, fisik, serta resiko sosial yang
mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan
kebebasan pribadi.
Kesimpulan:
Kewirausahaan
adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang yang membutuhkan tenaga, uang,
serta pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk mencapai tujuan yaitu kepuasan
dan kebebasan dalam melakukan pekerjaan (Wicaksono, 2012).
Zaman dulu kewirausahaan merupakan
urusan pengalaman langsung di lapangan. Namun kewirausahaan itu bukan hanya
merupakan bakat bawaan sejak lahir, namun kewirausahaan dapat dipelajari dan
diajarkan. Dipelajari melalui proses pendidikan dan diajarkan melalui proses
pendidikan formal atau informal. Menurut Suyana (2009:2) bahwa “Entrepreneurship
are not only born but also made” artinya kewirausahaan tidak hanya
bakat bawaan sejak lahir atau urusan pengalaman lapangan, tetapi juga dapat
dipelajari dan diajarkan.
Objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan
seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soparman
Soemahamidjaja (dalam Suryana, 2009:4) bahwa kemampuan seseorang yang menjadi
objek kewirausahaan meliputi:
·
Kemampuan
merumuskan tujuan hidup/usaha. Dalam merumuskan tujuan hidup/usaha tersebut
perlu perenungan, koreksi yang kemudian berulang-ulang di baca dan diamati
sampai memahami apa yang menjadi kemauannya
·
Kemampuan
memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala
·
Kemampuan
untuk berinisiatif yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah
orang lain, yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan
berinisiatif
·
Kebiasaan
berinisiatif yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan
berulang-ulang akan melahirkan motivasi. Kebiasaan inovatif adalah desakan
dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru
apa saja yang dapat dijadikan piranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi
kemakmuran masyarakat.
·
Kemampuan
untuk membentuk modal uang atau barang modal
·
Kemampuan
untuk mengukur waktu dan membiasakn diri untuk selalu tepat waktu dalam segala
hal tindakannya melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan
·
Kemampuan
mental yang dilandasi dengan agama
·
Kemampuan
untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun
yang menyajikan
B. Ciri-ciri
Kewirausahaan
Banyak para ahli yang mengemukakan
karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Geoffrey G.
Meredith (dalam Suryana, 2001:8) misalnya mengemukakan ciri-ciri dan watak
kewirausahaan seperti berikut:
|
Ciri-ciri
|
Watak
|
|
1. 1. Percaya
diri
1. 2. Berorientasi
pada tugas dan hasil
1. 3. Pengambilan
resiko
1. 4. Kepemimpinan
1. 5. Keorisinilan
1. 6. Berorientasi
ke masa depan
|
Keyakinan, ketidaktergantungan,
individualitas, dan optimisme
Kebutuhan untuk berprestasi,
berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras mempunyai
dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko
yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul
dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik
Inovatif dan kreatif serta
fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
|
Beberapa
ciri kewirausahaan secara ringkas dikemukakan oleh Vermon A musselman, Wasty
Sumanto dan Geoffrey Meredith (dalam Suryana, 2009:10) yaitu: (1) keinginan
yang kuat untuk berdiri sendiri,
(2)
kemauan untuk mengambil risiko,
(3)
kemampuan untuk belajar dari pengalaman,
(4)
memotivasi diri sendiri,
(5)
semangat untuk bersaing,
(6)
orientasi pada kerja keras,
(7)
percaya pada diri sendiri,
(8)
dorongan untuk berprestasi,
(9)
tingkat energi yang tinggi,
(10)
tegas,
(11)
yakin pada kemampuan sendiri,
(12)
tidak suka uluran tangan dari pemerintah/pihak lain di masyarakat,
(13)
tidak tergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam,
(14)
kepemimpinan,
(15)
keorisinilan, dan
(16)
berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan.
Menurut M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (dalam
Suryana, 2001:10) mengemukakan karakteristik kewirausahaan yang berhasil,
diantaranya memiliki ciri-ciri:
·
Proaktif,
yaitu berinisiatif dan tegas
·
Berorientasi
pada prestasi, yang tercermin dalam pandangan dan bertindak terhadap peluang,
orientasi efisiensi, mengutamakan kualitas pekerjaan, berencana, dan
mengutamakan monitoring
·
Komitmen
kepada orang lain, misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis
Secara eksplisit, Dan Steinnhoff dan John F Burgess (dalam
Suryana, 2001:10) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk
menjadi wirausaha yang berhasil, yaitu:
·
Memiliki
visi dan tujuan yang jelas
·
Bersedia
menanggung risiko waktu dan uang
·
Berencana
dan mengorganisir
·
Kerja
keras sesuai dengan tingkat urgensinya
·
Mengembangkan
hubungan dengan pelanggan, pemasok, pekerja, dan yang lainnya
·
Bertanggung
jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan
Menurut Suryana (2001:14) ada empat nilai dengan orientasi
dan ciri masing-masing yaitu:
·
Wirausaha
yang berorientasi kemajuan untuk memperoleh materi, ciri-cirinya pengambil
risiko, terbuka terhadap teknologi, dan mengutamakan materi
·
Wirausaha
yang berorientasi pada kemajuan tetapi bukan untuk mengejar materi. Wirausaha
ini hanya ingin mewujudkan rasa tanggung jawab, pelayanan, sikap positif, dan
kreativitas
·
Wirausaha
yang berorientasi pada materi, dengan berpatokan pada kebiasaan sudah yang ada,
misalnya dalam perhitungan usaha dengan kira-kira, sering menghadap ke arah
tertentu supaya berhasil
·
Wirausaha
yang berorientasi pada non=materi, dengan bekerja berdasarkan kebiasaan,
wirausaha model ini biasanya tergantung pada pengalaman, berhitung dengan
menggunakan mistik, paham etnosentris, dan taat pada tata cara leluhur
DAFTAR PUSTAKA
Suharyadi.,
Nugroho. A., Purwanto., & Maman. F. Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses
Sejak usia Muda. Salemba Empat: Jakarta
Suryana.
2001. Kewirausahaan. Salemba Empat: Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar